Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat, Steve Witkoff, mengungkapkan langkah diplomatik tegas yang diambil pemerintahan Donald Trump terhadap Moskow. Witkoff menyatakan bahwa dirinya telah menyampaikan pesan langsung kepada para pejabat tinggi Rusia agar segera menghentikan pemberian informasi intelijen kepada Iran.
Pernyataan ini muncul menyusul laporan intelijen yang mengindikasikan bahwa Rusia diduga telah berbagi data medan tempur (battlespace intelligence) dengan Teheran. Informasi tersebut dikhawatirkan dapat digunakan oleh Iran untuk menargetkan personel militer dan aset strategis Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Timur Tengah.
"Saya sudah memperjelas hal itu kepada mereka," ujar Witkoff. Meskipun ia tidak merinci detail pertemuan atau identitas pejabat Rusia yang ia temui, pernyataan ini menunjukkan bahwa Gedung Putih sedang berupaya memutus jalur dukungan teknis yang memperkuat kapabilitas serangan Iran.
Langkah ini diambil setelah intelijen AS mencurigai adanya "timbal balik" antara kedua negara. Sebagai imbalan atas pasokan teknologi militer yang membantu kampanye Rusia di Ukraina, Moskow diduga memberikan koordinat radar dan informasi pergerakan kapal perang AS kepada pasukan pro-Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Disisi lain, Presiden Donald Trump menilai bahwa bantuan Rusia kepada Iran terbukti tidak mampu membendung kekuatan militer Amerika di lapangan.
"Jika Anda melihat apa yang terjadi pada Iran dalam sepekan terakhir, jika memang mereka mendapatkan informasi (dari Rusia), nampaknya informasi itu tidak banyak membantu mereka," kata Trump kepada awak media. Pernyataan ini merujuk pada serangkaian serangan udara AS dan Israel yang diklaim telah melumpuhkan sebagian besar infrastruktur militer Iran.
Peringatan tegas Witkoff ini menandai fase baru dalam "tekanan maksimum" pemerintahan Trump. Dengan memutus aliran informasi intelijen dari Rusia, AS berharap dapat semakin memojokkan Iran secara militer dan memaksa Teheran kembali ke meja perundingan dengan syarat yang lebih berat.
Hingga saat ini, pihak Kremlin belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Witkoff. Namun, langkah ini diprediksi akan menjadi topik utama dalam pertemuan diplomatik global mendatang, mengingat peran Rusia sebagai salah satu kekuatan besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas di Timur Tengah.
